Jumat, 16 Oktober 2015

Yuk !! Gabung PMII !!


Sebagai pemuda yang akan mengatur dan memberi manfaat bagi negara di tahun-tahun yang akan datang. Wajib hukumnya kita mempersiapkan diri sebagai orang-orang hebat yang dapat membawa bangsa dan negara ini ke masa depan yang lebih baik dan benar. Dalam sejarah memang tak ada yang sempurna dalam membangun negara beserta rakyatnya. Akan tetapi sebagai generasi yang harusnya sadar dan peka terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi akhir-akhir ini, tentunya harus benar-benar menganalisa dan mengetahui apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan sesuatu yang merupakan milik kita dan sesuatu yang ada disekitar kita.

Cukuplah!! Kita berdiam dan memelihara rasa takut yang selalu menjadi alasan mendasar untuk bergerak dan bertindak merubah suatu penyimpangan. Hentikan!! Jiwa penonton atau supporter dalam skenario tak berujung yang terjadi di sekitar kita. Waktunya bergerak sahabat!! Kita bukan lagi sebagai bocah kecil yang ingusnya masih menempel dan menunggu orang tua kita yang membersihkannya. Kita bukan lagi bocah kecil yang bermain petak umpet yang merupakan salah satu cara mengakrabkan bocah kampung A dengan kampung B, C, atau pun Z. Kita bukan lagi pemain layangan sebagai penghilang rasa lelah dengan rutinitas sekolah. Sadarilah!! Disekitar kita begitu banyak yang memerlukan uluran tangan untuk memenuhi hak-hak mereka yang sedikit demi sedikit habis di ambil orang lain. Seperti yang di terangkan salah satu ayat dari surah An-Nahl dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hubungan sosial yaitu ;

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (90)

Artinya:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kamu kerabat, dan Allah  melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (16: 90)

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:

1.      Di samping keadilan, ihsan atau kebaikan juga dianjurkan. Sebab, ihsan akan menjaga ketulusan di tengah  masyarakat.
2.      Ajaran agama selaras dengan akal dan fitrah manusia. Kecenderungan pada keadilan dan ihsan serta jauh dari perbuatan munkar adalah tuntutan-tuntutan semua manusia yang sekaligus perintah Allah Swt.

Dari salah satu penjelasan sekaligus bukti bahwa sesungguhnya Allah juga menyuruh kita (manusia) berbuat baik kepada orang-orang di sekitar kita, itu dapat di simpulkan bahwa kita generasi penerus bangsa, apapun yang kita lakukan saat ini akan berpengaruh di masa selanjutnya.

Belajar dan berproses menjadi orang hebat tidak hanya mengandalkan pikiran yang cerdas akan tetapi pengaplikasiannya tidak tepat. Hal itu sama saja ketika kita mengetahui apa itu Uang, namun ketika kita tidak megetahui fungsi dari uang tersebut dan kita hanya bisa menyimpan dan memilih untuk lapar dan membiarkan juga teman-teman beserta keluarga kita untuk lapar.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang memang benar-benar menganalisa keberadaan masalah-masalah yang ada dilingkungan sekitar kita. Masalah-masalah tersebut tentunya yang berkaitan dengan Pergerakan, Mahasiswa, Islam, dan Indonesia. Jika kita perinci lagi, dalam suatu kegiatan sehari-hari masyarakat tidak luput dari kegiatan yang bersifat “Pergerakan”. Pergerakan yang dimaksud ini adalah perpindahan suatu hal ke suatu hal yang lain, atau contoh sederhananya adalah perubahan di bidang perekonomian yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya mengenai perubahannya, akan tetapi kita mencoba menggalih lebih dalam tentang sebab dan akibat dari perubahan tersebut. Begitu pun seterusnya, Mahasiswa, Keislaman, dan Keindonesiaan, akan mudah dan akan sering kita jumpai perpindahan atau perubahan yang mencolok atau pun samar-samar yang terjadi di dalamnya. Untuk itu, kita perlu belajar mengoreksi atau  menganalisa masalah-masalah tersebut dengan pengetahuan-pengetahuan yang di dapat dari lembaga formal dan lembaga non-formal. Kalau kita sudah mendapat pelajaran yang bersifat formal di dalam kelas (entah di SD, SMP, SMA, dsb.), selanjutnya kita memerlukan pengetahuan yang di dapat oleh lembaga non-formal seperti organisasi seperti PMII. 

Di PMII kita tidak hanya belajar mengoreksi atau menganlisa, namun kita juga akan belajar menanggulangi, mencegah, dan bahkan menghentikan jika memang itu dianggap perlu dan mampu untuk di hentikan. Kita tidak hanya berbicara tentang kesalahan orang lain, akan tetapi kita berbicara tentang pembangunan negara dan bangsa kita yang semakin hari semakin menyempit nilai dan normanya. Dengan begitu, apapun yang kita dapatkan yang bersifat pengetahuan akan kita satukan dengan sebuah tekad dan bergotong royong dalam menyelamatkan apa saja yang wajib kita selamatkan untuk diri kita sendiri, orang-orang yang kita sayang, dan bahkan untuk orang-orang yang tidak kita kenal namun mereka merupakan saudara dengan darah satu tanah air.


Mari bergabung di Peregerakan Mahasiswa Islam Indonesia !! Kita akan mendapatkan jauh lebih banyak di bandingkan kita hanya duduk dan setia dengan jiwa penonton. Persahabatan, Keluarga, Kebajikan, dan Kesalahan yang mulai lurus. Kesalahan bukan untuk di tonton sahabat, tapi untuk di perbaiki. Ayo!! Bersama-sama kita SATUKAN TEKAD, TANGAN TERKEPAL, DAN MAJU KEMUKA !!

Tidak ada komentar: